Panggilannya, Baba.
Ia adalah sosok penyayang yang senang memastikan manusia-manusia tersayangnya baik-baik saja, sudah makan, dan bahagia. Hobinya update negara, nonton berita negara sembari ngoceh berisik memberikan solusi di depan tontonannya, seolah-olah presiden mendengarkannya. Ia hanyalah seorang kakek yang bahagianya adalah bertemu dan berkumpul dengan cucu-cucunya. Panggilan spesial darinya untuk cucu pertama adalah "totot", katanya, karena bontot nggak jadi.
"Sudah mamam belum, totot?", selalu menjadi kalimat pertama yang diucapnya ketika bertemu cucu pertama. Tak jarang, ia memijit-mijit pundak cucunya sembari bernyanyi dengan lagu karangannya sendiri, mengajak jalan-jalan keliling kampung naik motor tuanya, bahkan, mengajak cucunya pergi ke sawah melihat indahnya alam yang Allah ciptakan, bersapa ramah dengan banyak petani yang semangat bekerja keras, serta menjelaskan komponen-komponen yang ada di sana. "Itu namanya traktor, totot, jadi kendaraan sawah buat bajak tanah biar rata", "kalo itu, orang-orangan sawah, buat jadi temennya totot di sawah", candanya.
Seiring berjalannya waktu, jarak pun memisahkan, membuat akhirnya kakek dan cucu ini tak banyak bertemu, bahkan komunikasi terbatas via online saja. Namun, kedekatan satu sama lain masih sangat terasa, support dari baba untuk totot selalu sampai, tak lupa dengan update berita negara dengan ocehanya baba, "Di sini musim kelapa sawit, totot, kalo di sana musim apa?", wkwk, masih sama. Bedanya, baba semakin tua, beberapa penyakit sesekali menyapa, membuat akhirnya kondisi baba menurun.
Rabu, 11 Februari 2026.
"kakak tau kan, semua di dunia ini hanya sementara", kata abi di seberang telepon. "Begitu pun baba, doain baba yaa, kak. Baba sudah meninggal..", lanjut Abi menyampaikan.
Ya Allah ya Rabbi, mput bersaksi baba adalah hamba-Mu yang sangat baik, tolong tempatkan baba di tempat terbaik di sisi-Mu ya Allah.
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه ...
Baba, your totot will always loving you. See you in jannah, In shaa Allah, Baa.
Comments
Post a Comment